Pages

Cari gambar yang kamu mau disini

bahagia bersamamu

temani aku sampai ke puncak gunung, maka kau akan kutemani sampai puncak hidupmu.. so sweett

Read more

belajar agama

ibu harus belajar agama, karena ibulah madrasah awal untuk buah hatinya, yang memperkenalkan Allah kepada anaknya, dan membangun aqidah yang luhur dan kokoh

Read more

jodohku

jodoh memang di tangan tuhan, tapi kita tetap berusaha dan ikhtiar untuk mendapatkannya,perbaiki diri dan kuwalitas ibadahmu, maka Allah akan memberikan jodoh terbaik untukmu

Read more

cukup Allah bagiku

aku selalu kuat menghadapi berbagai masalah dalam hidup, karena Allah yang menjadi sandaran hidupku

Read more

ghibah

jangan sedih kalau di ghibah, bukankah ada banyak pahala yang mengalir buat kita yang di ghibah, selagi kita tidak membalas mereka yang menggibah dan tetap berbuat baik kepada mereka si tukang ghibah..

Read more

tersenyum dan tertawa

aku hanya ingin tersenyum dan tertawa agar semua kesedihan yang aku alami cepat berlalu pergi bersama hembusan angin yang berlalu

Read more

Allah maha tahu

Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya, maka dari itu janganlah berburuk sangka kepada Allah atas setiap pristiwa yang menimpa kita, tetaplah bersabar atas setiap ujian darinya, karena semua yang Allah beri itu adalah yang terbaik buat diri kita

Read more

ghibah atau bergunjing

lebih baik menghabiskan waktu dengan hal2 yang bermanfaat, dari pada ngomongin orang walaupun itu fakta..

Read more

sabar tingkat tinggi

sabar itu memang tidak mudah,akan tetapi setidaknya kita mau belajar untuk senantiasa bersabar

Read more

perbuatan adalah cerminan isi hati

Read more

berbagi suami dan berbagi aurat

anda tidak mau berbagi suami meski hanya dengan satu wanita,  tapi kenapa anda berbagi aurat dengan ratusan ribu laki-laki.  hayooo siapa yg tidak adil?

Read more

sindir menyindir dalam status

Read more

hati yang tak pernah benci dan buruk sangka

Read more

semakin sukses semakin rendah hati

Read more

Tolak Topi santa untuk kaum muslimin

Toleransi itu,

"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku" 
(QS. Al Kafirun : 6)
Semua mal, kantor-kantor swasta dan BUMN pakai pohon natal, pegawai atau karyawannya disuruh pakai topi-topi merah (Sinterklas). 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengingatkan seluruh pihak untuk tidak memaksakan penggunaan atribut keagamaan jelang perayaan natal. 

"Kita menyerukan untuk tidak ada lagi pemaksaan terhadap umat Islam untuk menggunakan atribut natal," ujar Ma'ruf kepada Republika.co.id, Kamis (10/12).

Ma'ruf mengaku khawatir pemaksaan akan menyinggung perasaan umat Islam. Hal itu pun dinilai bisa berdampak buruk pada kerukunan yang telah terbangun. 

Mari dukung petisi untuk menindak tegas perusahaan yang memaksa karyawan muslim menggunakan atribut natal seperti pakaian sinterklas.
Menjelang natal, itulah yang akan kita saksikan di toko, mall, bandara, dan taksi. Banyak yang memeriahkan datangnya natal dengan memakai pakaian sinterklas yang serba merah. Miris rasanya, karena yang mengenakan aksesoris seperti itu ada yang muslim dan ada yang berjilbab. Apakah ini namanya toleransi?
Islam Punya Prinsip

Islam punya prinsip untuk tidak mencampuri perayaan non muslim. Inilah yang termaktub dalam ayat,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku" (QS. Al Kafirun: 6).
Ibnu Jarir Ath Thobari berkata, "Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang aku anut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu." (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)
Ibnu Hayyan dalam Tafsir Al Bahr Al Muhith menerangkan, "Bagi kalian kesyirikan yang kalian anut, bagiku berpegang dengan ketauhidanku. Inilah yang dinamakan tidak loyal (berlepas diri dari orang kafir)."

Read more
 

Display Picture BBM Design by Insight © 2009